Tujuan dan Nilai Konstitusi

Tujuan dan Nilai Konstitusi, Semua negara di dunia memiliki konstitusi, khususnya yang berbentuk tertulis atau UUD. Konstitusi negara secara umu teridri atas dua bagian, yaitu bagian pembukaan atau mukadimah (preambul) dan baian pasal-pasal.

Tujuan dan Nilai Konstitusi
Tujuan dan Nilai Konstitusi

Macam-macam terbentuknya konstitusi di antaranya ialah secara:

1. Revolusi, yaitu konstitusi terbentuk melalui perjuangan dan pengorbanan dalam waktu yang cepat.Contohnya: UUD 1945.

Pemerintah baru sebagai hasil revolusi membuat UUD yang mendapatkan persetujuan masyarakat.

Pemerintah baru sebagai hasil revolusi mengadakan musyawarah yang akan membuat UUD.

2. Evolusi, yaitu konstitusi terbentuk melalui tahapan dalam waktu yang relatif lama. Suatu perubahan baru secara berangsur-angsur dapat menimbulkan UUD baru, Sedangkan UUD lama secara otomatis tak berlaku lagi

3. Octrooi (pemberian kekuasaan), artinya konstitusi terbentuk karena :

Penguasa (raja) menyadari akan pentingnya hak-hak rakyat;

Penguasa (raja) merasa ada tekanan yang hebat dari orang-orang sekitarnya dan takut munculnya revolusi.

Contohnya: Konstitusi Jepang, raja memberikan UUD kepada warga negaranya, kemudian raja berjanji akan menggunakan kekuasanya berdasarkan UUD.

4. delibrate creation (secara sengaja), artinya konstitusi terbentuk secara sengaja sesudah berdirinya negara sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Contoh: Konstitusi USA.

Konstitusi pada umumnya bertujuan buat membatasi kesewenangan tindakan pemerintah, hak-hak yang diperintah dan merumuskan pelaksanaan kekuasaan yang berdaulat. Oleh karena itu, konstitusi menempati yang amat penting dalam kehidupan ketatanegaraan suatu negara, karena setiap konstitusi memiliki tujuan yang memberikan arahan bagi berjalanya suatu negara. Tujuan konstitusi di antaranya, yaitu:

– memberikan pembatasa dan pengawasan pada kekuasaan politik;

– membebaskan kekuasaan dari kontrol mutlak penguasa, serta menetapkan batasan kekuasaan bagi penguasa tersebut.

menurut Karl Lowenstein, konstitusi memiliki nilai penting, yaitu sebagai berikut.

– Nilai normatif, Konstitusi itu memiliki arti hukum yang berupa ketaatan yang efektif. Konstitusi yang paling baik bisa menjadi pedangan, panutan, dan dilaksanakan dalam masyarakat.

– Nilai nominal, Konstitusi secara hukum berlaku tetapi tak sempurna, ada sebagian yang ditaati dan ada juga sebagian yang tak ditaati.

– Nilai semantik, Konstitusi secara hukum berlaku tetapi sekedar hanya memberi bentuk atau pegangan buat melaksanankan kekuasaan politik.

Beriku ini beberapa fungsi konstitusi.

Fungsi pokok

a. Membatasi (mengatur) kekuasaan pemerintah, sehingga penyelenggaraan kekuasaan tak bersifat

sewenang-wenang (diktator/otoriter).

b. Melindungi HAM warga negara.

Fungsi operasional

a. Membatasi perilaku pemerintah secara efektif.

b. Membagi kekuasaan dalam beberapa lembaga negara.

c. Menentukan lembaga negara bekerja sama satu dengan lainnya.

d. Menentukan hubungan di antara lembaga negara.

e. Menentukan pembagian kekuasaan dalam negara.

f. Menjamin hak-hak warga negara dari tindak sewenang-wenang penguasa.

g. Menjadi landasan struktural penyelnggaraan pemerintah menurut sistem ketatanegaraan.

Rating

Submit Your Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *